L E A D

one

When people talk about the definition of LEAD is Loyalty, Educate, Advice, and Discipline.

Why me is about think the oppposite of it? It’s about Liar, Evil, Anarchy, and Demons.

Isn’t it worth it? Sometime I dont believe at the lead. They just had an ambition through people mind that believe in them to put them to be a lead. When I write i become confuse about my own words that I struct and make into sentence.

Day 1 March 10th 2016 14.03 wib.

miro copy.jpg

Sekolah Tu Ya Gitu Itu Lah; pake seragam rapi, sepatu hitam dengan keharusan kaus kaki dibawah lutut atau diatas mata kaki, untuk menyerap pelajaran? serahkan pada guru les.

pfft!

Saya (dan mungkin sih, beberapa orang lainnya) pernah dimarahi dan ditegur oleh guru saya sewaktu menempuh pendidikan sekolah dasar. Saat itu, saya menggambar sebuah rantai makanan dimulai dari padi dimakan ayam, ayam dimakan manusia dan manusia dimakan harimau, katanya manusia tidak termasuk dalam rantai makanan yang simpel seperti itu. Jiwa ngotot yang tidak seberapa itu saya asah dengan menemukan bukti bahwa manusia juga seorang makhluk yang bisa dimakan hewan buas.
Tapi kenyataan didunia kemudian membuktikan kebenaran guru saya.
Saya memasuki ilmu sosial yang secara tidak langsung mempelajari manusia sewaktu kuliah. Hal ini berbeda dengan apa yang saya pelajari waktu saya menjadi siswa sains di sekolah menengah. Dalam sains, manusia tak ubahnya obyek yang dapt diteliti organnya dan bagaimana tiap organ dapat memiliki virus serta penyakitnya sendiri-senidiri. Memasuki apa yang saya pe;ajari di kuliah sangatlah berbeda dengan kenyataan bahwa manusia adalah subyek utama dari alam ini. Setiap manusia yang berfikir adalah seorang manusia sebagai pusara bumi.
Terkadang, manusia adalah makhluk paling realistik di dunia. Karena mereka memiliki akal, lalu mereka berfikir bahwa mereka dapat mencipta apasaja yang dapat digunakan untuk menguasai dunia. Namun tak sedikit juga manusia yang berfikir hiper-realistik yang mengungkap bahwa ada sesuatu yang lebih realistik dari apa yang dia dapatkan secara realisitik. Manusia dapat mengendalikan akal dan nurani secara bersamaan, meski seringkali nurani terlalu banyak memelankoli kan kehidupan dengan menggiring akal ke dasar terdalam pikiran sehingga banyak mental terluka karena mendahulukan nurani, mengedepankan emosi daripada akal. Banyak juga manusia yang mengedepankan akal daripada nurani dan membantah semua hal dengan dalih pemikiran absurd yang dimotori akal, nurani dibuang jauh dengan pemikiran bahwa ialah yang melemahkan manusia.
Kenyataan bahwa, manusia itu memiliki tinggi tak lebih dari dua meter, tidak membuatnya kesusahan mengeluarkan sebuah pemikiran dari satu koma sekian persen tubuhnya untuk dapat menghasilkan benda lebih dari ratusan meter. Dengan kemampuan kerja otaknya yang tidak terbatas, kemudian manusia mulai berfikir sembarangan seolah-olah mereka adalah hal tertinggi di rantai makanan, dengan kecerdasannya menggunakan benda disekitarnya untuk menghalau benda lain. Manusia dapat menciptakan sesuatu berkali-kali lipat dari tubuhnya, hanya untuk memuaskan dirinya, atau orang lain yang dicintainya, meski mereka sudah mati sekalipun.
Manusia mengukur kebahagiaan dengan materi dan benda. Semakin mewah dan memiliki nama, benda itu maka nilainya akan semakin tinggi. Hiruk pikuk hedonis dan kebudayaan royal seperti ini seringkali tidak kita sadari dengan membiasakan diri untuk menyamankan diri kedalam keadaan damai dimana kedamaian itu berupa kenyamanan yang harus dibayar mahal dengan uang. Label antara kaya dan miskin yang diciptakan adalah untuk menghina manusia satu dengan yang lain. Dikotomi pengelompokan manusia saat ini tak hanya berhenti disitu saja mereka berubah menjadi banyak kotak-kotak dan berdiri sendiri secara mandiri. Mereka lupa, kalo mereka itu manusia, makan malam hari dan berak pagi hari, mereka juga lupa kalo kadang kencing mereka juga bau pesing.
Perbedaan antara manusia yang seharusnya digunakan untuk membantu sesamanya sekarang beralih digunakan untuk saling serang. Manusia yang pintar menyerang yang bodoh dengan mengolok-olok kebodohan, si pintar tidak tahu jika dikemudian hari si bodoh bisa saja menjadi seorang berotot dan bekerja sebagai bodiguard si pintar dan si pintar dibunuh oleh teman bodiguard dengan rencana pembunuhan seprti di film holiwood yang aktornya tidak ada yang jelek. Saat berurusan dengan ajal, si pintar bisa apa?. Tapi lihat, permusuhan dan rasa dendam tidak berakhir diantara dua orang, mereka menyebar luas dan berlipat ganda menjadi tirani emosi dalam sanubari (halah). Tapi suer, seperti di film-film kadang emmang benar adanya kalo anak dari si pintar mungkin bisa saja membalaskan dendamnya pada anak si bodoh setelah mengetahui ayahnya dibunuh oleh si bodoh. Saat tau kalo si bodoh ternyata anaknya adalah anggota cpt48 (cipete48) dan kebetulan anak si pintar ini vvota sejati maka tak dielakkan percintaan antara keduanya membuncah. Mengetahui hal ini si bodoh yang bertubuh kekar layaknya the rock tak mau tinggal diam saat menemukan surat cinta dari anak si pintar untuk anaknya. Si bodoh menganggap hal itu adalah ancaman untuk dirinya atas pembunuhannya terhadap si pintar.
Hal yang mulek rumit seperti ini tak ayal adalah karena masa lalu yang tak termaafkan dari si pintar terhadap si bodoh. Karena apa? Karena otak. Otak dapat menanam hal-hal yang kita tidak ingin lupakan. Kenangan buruk akan terus tumbuh menjadi hirarki yang memaksakan kebenaran dan keadilan untuk dirinya, mereka terkadang lupa kalo ada yang maha adil diatas atau kadang mereka tak percaya akan hal itu. Oleh karena itu pemirsa, kita terkadang harus belajar memaafkan untuk hal-hal yang remeh. Kecuali koruptor, mereka adalah teror yang nyata dan kita tak bisa lupakan hal itu, mereka lah yang telah membuat dikotomi pintar dan bodoh, dan miskin dan kaya.

I’M NOT BORN MAD

can i smoke
“Sorry can I smoke?” Digital media 2016.
Aku tidak terlahir gila.
Karena tatanan aku menjadi gila.
Karena kegilaanku banyak orang yang memperbincangkanku.
Maka, aku gila aku ada.
(Jangan dibaca biar tidak gila)
Gila adalah sebuah kata yang mendefinisikan kondisi jiwa seseorang yang terganggu. Semua manusia normal berpeluang untuk menjadi gila karena terangsang untuk menjadi terganggu. Gila tak harus mengalami kerusakan mental, ia bisa jadi merupakan pendefinisian lain atas sebuah kondisi manusia dalam merespon segala sesuatu. Robot-robot modern yang kaku, berseragam, dan menuai tunjangan ekonomi karena kenormalannya adalah bukan termasuk dalam orang gila. Tidak ada kuasa untuk menjerujikan orang modern yang menempa melalui kekerasan simbolis terhadap orang tradisional dan orang perpaduan tradisional-modern serta orang yang berbeda arus dengannya. Orang menyebabkan keteraturan disana-sini menyebabkan pembelengguan di sana-sini pula.
Seni bukanlah urusan netral (Joost Smiers: 2009, 16) dan anti keberpihakan. Seni pasti memihak orang-orang yang fokus untuk berbuat, fokus untuk mengkritik, fokus untuk berkarya, fokus untuk menata segala hal yang spesifik. Karya seni bukanlah barang berharga tanpa kegilaan pemikiran seniman dibaliknya. Seni adalah gila, karena kegilaannya dia berkarakter. Disisi lain karena karakter kegilaannya ia menjadi unik, tak peduli ia berguna atau tidak asal bisa gila orang bisa mengkritik manusia lain yang menyebabkan perubahan kebudayaan.
Tak perlu menyoal bentuk visual karena seni tak hanya sekedar membuat sesuatu menjadi lebih indah dan cantik. Keindahan pun telah mengalami dekonstruksi di sana-sini. Indah tak melulu seorang kembang desa sekelas lukisan mooi indie namun saat ini banyak indah-indah yang kritis, yang nyentrik, unik, tak peduli dia menarik atau tidak. Indah tak lagi seorang objek yang dieksplorasi visualnya tapi juga pemikiran dibalik tubuhnya. Indah bukan robot-robot berseragam yang tak punya nilai kritis atas kejadian di sekitarnya. Revolusi kritis dalam pemikiran Indah mendekonstruksi bagaimana ia terlihat secara visual.
Kelainan yang dalam bahasa inggris disorder terdefinisi menurut saya sebagai sebuah penyimpangan dalam suatu hal. Kegilaan manusia untuk mengkritisi melalui perubahan sikap dan tatanannya dalam kehidupan sehari-hari merupakan kelainan realitas yang dalam bahasa inggris adalah reality disorder. Seseorang dengan kondisi kelainan realitas adalah seorang yang berusaha mengupayakan segala hal terus berjalan meskipun ia divonis tidak mampu lagi untuk mengerjakan sesuatu tersebut. Lihat sekitarmu, mereka yang memiliki kelainan realitas akan bertindak dan bertingkah laku diluar apa yang terbatas dengan upaya yang ada dalam jalur kiri maupun jalur kanan.
Aku tidak terlahit gila.
Hanya mungkin karena aku terlalu peduli suatu waktu dan terlalu tidak peduli pada suatu waktu.

EVACUATION OF CONNECTING THE DOTS

TOTAL CROP 2“We are now living in an era of democration that believe and release the people persepective blowed thus, the diagnosis and destructing of our collective social pathology is crucial (Gablik: 1985: 59). Some people know the fact that human, animals, or things become connect to each other, but do we know how to connect those random dots into a cycle of life circumstances?.  Dots are above people’s mind, it could be develop when it been added. Dots are ballons inside our head contain of theory and our experience. We accept the dots randomly and unstructure, sometime it confuse us to understand why this become that and why that become this not in a single way or liniery condition again. Connecting the dots is about found a circulation between the eye-mind-and our experience beyond the symbols and how to understanding the symbol of art”.