Tame Impala is about taming your wild thoughts and emotion

Aku adalah tipikal orang yang suka lagu dari nadanya baru kemudian liriknya. Lirik menurutku adalah hal yang paling absurd, bagaimana dia bisa cocok dengan irama musik itu menurutku ajaib. Apalagi yang kontras2 gitulah. Di sini, Aku mau bahas Tame Impala.

I thought i was moving on but i guess i just switching off

Isnt it a normal phrase and lyrics that used for a song?. No. This song is not normal. This song is full of philosophical thoughts and reality in motion.

Pertamakali dengerin adalah scroll scroll di youtube waktu aku kepo apa itu LSD setelah scrolling dari psychadelic dan sejenisnya. Tame Impala menurutku memang dari cara vokalisnya ngisi dan match-in sama melody lagunya, fix buat orang-orang  high. Tapi dibalik itu semua menurutku lirik-lirik lagu Tame Impala itu legowo dan ter ‘yaudahlah ya’ sepanjang sejarah.

Door apakah yang dimaksud di sini? Door kematian? Door ke masa depan? Antara masa depan dan kematian itu beda tipis. Keduanya sama. Sama-sama misterius.

Yaudah lah ya kalo mati mati aja.

Isinya kalo dipahami secara sekilas di permukaan aja memang tentang orang pasrah. Ah. Ah. Dan mau mati aja tapi sebenernya bukan itu. Kalo menurutku lagu2nya tame impala menyuruh kita untuk tidak berlarut dalam dendam dan ga usah terlalu muluk2 holding on into something. Karena waktu apa yg udh kita hold on itu pasti semuanya akan jadi kisah masa lalu doang.

No future bukannya ga ada masa depan tapi bayang2 future itu justru menjadikan kita tidak menikmati apa yang terjadi saat ini. Tame impala itu ingin kita menikmati hari ini sembari mempersiapkan diri untuk future yang akan datang dengan sendirinya. Future itu pasti akan dateng dan semua itu berawal dari apa yang kita kerjain sekarang. There is something in a moment.

There is something in a moment meskipun itu hal paling membosankan and i dont want to spend my whole lifetime wondering

Kalo kita menyelami lagunya kita pasti akan kepikiran kalau hidup itu cuma past life yang gitu2 aja dan future yang misterius. Jadi kita disuruh let it happen dan jalani aja meski kadang hidup itu perih dan fucked us up. Tapi yaudah lah yaaa let it happen, yes, I’m changing.

Lagi malas bahasa Inggris-an.

tangisan

Seharusnya di usiaku yang tak lagi muda aku sudah bekerja, bisa membeli segala hal yang aku suka. Alih-alih membahagiakan orang tua dan menghadiahi mereka kebanggaan tentang pekerjaan dan gaji, aku malah masih meminta support mereka untuk lanjut es dua. Aku malu belum pernah bekerja. Membayangkan instansi dan korporasi saja sudah membuatku enggan berdera.

Aku merangkum perjalananku membandingkan kota-kota terkenal di pulau Jawa, Indonesia dalam sajak dengan akhiran huruf yang seragam. mencari nada dalam tolak yang beragam.

T. Menjadi elang, terbang dalam keegoisan adalah hal yang paling pailit. Aku takbisa menghardik atau dihardik siapapun karena aku terbang sendiri mengikis pemikiran yang sempit. Pernah aku berfikir, apa salahnya menjadi sempit?. Menjunjung idealisme yang kuanggap kongkrit. Tak perduli orang menganggap aku tak mau bangkit. Tapi benar juga, aku butuh mereka yang lebih lemah agar aku bisa menilai apakah ini layak disebut ide buncit yang kian berdecit.

A. Aku bisa dibilang cukup banyak berkelana. Mengunjungi kota-kota di Indonesia meski masih seputaran pulau Jawa. Aku tahu, banyak perbedaan di sini dan di sana. Sebut saja 5 kota besar di Indonesia, mereka memiliki kekhasan nilai, keseharian dan estetika.

Ng. Jakarta misalnya, kota dengan 1001 umpatan di jalan dan 300 lebih orang berjalan dengan menggunakan setelan kantor di siang hari hingga malam menjelang. Malamnya, mereka terlihat sibuk di cafe menekan tuts token atm warna biru dengan dengan meja dipenuhi laptop, kopi dan raut kurang senang. Satu hal yang kosong adalah kepedulian mereka dengan sekitar yang tak lengang. Surabaya sama persis pemandangannya dengan Jakarta, mereka adalah saudara yang tak lekang. Menyerap perantau untuk terus datang.

Is. Yogyakarta, Bandung, dan Malang tak bisa disamakan dengan dua kota diatas yang amis. Di tiga kota ini semua terlihat lebih melankolis. Loncat ke Malang, ia adalah kota dengan pemandangan alam yang elitis. Kau boleh saja mendebat, tapi Malang memberiku beragam konsep alam tanpa satiris. Bandung mungkin sedikit penuh memoar karena ia dekat dengan Jakarta yang matrealis. Yogyakarta penuh kesenian tak bisa disangkal disinilah kota dengan makna artis yang sebenarnya, bukan artis selebritis. Jika Bandung banyak memoar, Yogya banyak sudut puitis. Yogyakarta tempat tersantai meski semua berfikir secara retoris. Makanan tersaji dengan aroma yang manis. Mahasiswa berjalan dengan payung dalam cuaca gerimis. Tak sedikit pelancong datang untuk sekedar mencicipi nuansa harmonis.

An. Gabungan dua perbedaan karakter metropolis dan melankolis ada di Semarang yang temaram dengan gedung perkotaan. Semarang mengukir kisah mahasiswa dengan banyak harapan. Berharap tanahnya lapang, pendatang baru terus berdatangan. Mengisi gedung besar yang masih menyisakan kursi dalam ruangan. Memacu otak memenuhi dompet dan kenginan. Agar kelak hanya ada tawa dan tak ada tangisan.

watch porn as an art, could we?

I could bravely answer: NO, Not at all. I bet all people cant get easy watching porn content in any kind of media >> without turn on. But now, its not about turn on again, its about turn on to vomit. HOOOOORRRGGGHH.

untitled2
Its photography jerk!! you stuppid close-minded blogger, Im a high youtuber, you re just a poor blogger

Its been a long time not post my writings on this magnificent kind of blog that I have 500k subscriber and more, sooo sorry reader I need to finish all of my tasks as a college student. Maybe, all of you would think that I’m a kind of desperate blog writer who writes about porn and sex content as an art and I deny that people can afford it without turning on their sex-want-to-go things?. Haha. Yes U’re right. Im fuckin stressed out.

untitled4
Its art of my work! Im an artist! yay!

Yess as an human being no matter what your gender is we’ll always have a turning on a libido system just because when we saw it direct or not, but when it comes up in your phones too many times it will make you sick. Im sick of that, you na? you enjoy it? take that enjoyment things cause Im not.

untitled3
if you dont like me, dont follow me, but you cant keep your eyes scrolling out my feeds, duuumbbb vieweerrrss!!!

I start this write from a simple survey that I just asked to 20 of my friends and showing them a sex comic and let them reading it for a 10 secs, then I asked them: ‘u turn on or na?’ooor ‘r u turn on’ ? and see how many people say yes? 16, 4 is because they maybe too shy to say honest. so, porn in an art? and people accept it as another ideas of something? maybe they could turning left or right the truly meaning is, buuutt what they really feel at the first time is always about sex.

I just thought that every sex content in any kind media of art is torture us about it.

but how if it comes everyday even if we wont?

it keeps come up in your instagram explore fields

bothering

whispering

annoying

grossing

yachting

Soooo, in every morning I have a bad habits, I thought some of people now is feel the same things tho.

No, its not about the old mainstream named morning horny, its about morning srolly. Scrolling instagram’s timeline and see what’s happened there. Everything is okay and feel bored sometimes when I see my own timeline contain of post from people I followed. BUT what happened when I click the explore button?!?!? I just see thousand cleavage, sex comics, stupid-but-sexy karaoke singing duet video, sexy DJ with a big breasts, girl with  I AM SO ENOUGH WITH ALL OF THOSE STUPID RETARDED PORN CONTENT ACTUALLY.

those are too explodeeee!! blooms out over a porn and sex content on instagram become so gross, so meaningless, and not joyable to see and make me keep scrolling on em. Lay on my bed, feel nothing but,… scrolling, scrolling, scrolling. trapped in a stupid laziness moron habits.

Celebrating Yogyakarta’s Birthday!!

ngupasan-15

We’re so havin fun in our hipsterious move!. It’s been so long time ago not havin-fun wearing a casual kutubaru in SCHOOL and yea now Im wearing it again in Elementary School!.

ngupasan-12

Hari ini, Jumat 7 Oktober 2016 adalah hari ulang tahun Kota Jogjakarta (bukan Ngayogyokarto HAdiningrat lho), nah, bertepatan dengan jadwal ngajar ekstrakurikuler jurnalistik semua orang termasuk guru dan murid di semua sekolah negeri memakai pakaian adat Jawa.

dscn3247

ngupasan-7

ngupasan-4

Siapa yang nggak tahu KEBAYA sih. Semua cewek di Indonesia khususnya di JAWA pasti tau kebaya dan wajib punya baju tradisional tersebut beserta dengan batiknya. Ya sih, semenjak lulus SMA jarang banget ada kegiatan pake kebaya rame-rame di kampus. Pake kebaya ya cuma sekali doang pas wisuda yang notabene seumur hidup sekali, dua kali kalo kamu ambil S2, dan wisuda yang ketiga kali kalau kamu ambil S3. Selain wisuda pake baju tradisional juga waktu kita menghadiri resepsi pernikahan temen DOANG.

ngupasan-6

ngupasan-1

ngupasan-18

ngupasan-11

kegiatan perkuliahan dan acara-acara yang kita lakukan di kuliah seringkali melupakan acara-acara sederhana dan bernilai kebudayaan seperti ini. yaitu, pakai kebayak. Anak-anak jaman sekarang mah gayanga sudah sangat heboh, padahal mereka anak SD. Lihat dong gaya hipster kami. Kelebihan ngajar di Sekolah Dasar adalah kita tidak lupa menjadi anak-anak, atau tidak melupakan cara bersenang seperti anak-anak.

dscn3242

 

Kebaya is so happening today we wont end it up soon!!! NOOOO!!